Uyy bagiannya, apa diolah ni? :p
Okay, kali ini saya ingin menyambung lagi cerita saya tentang Bahasa Samarinda yang pernah saya posting beberapa bulan yang lalu. Di postingan saya tersebut, saya mengatakan bahwa bahasa Samarinda merupakan bahasa pidgin karena bahasa pidgin itu terbentuk dari berkumpulnya masyarakat bahasa (speech community) yang berasal dari beragam suku bangsa yang memiliki bahasa yang berbeda lalu mereka berinteraksi dan bahasa pidgin muncul sebagai hasil interaksi mereka. Tapi kemudian hari ini, saya tertarik lagi untuk kembali memahami apa sih arti pidgin dan creole. Lalu kebimbangan muncul di pikiran saya.Yaaa ampun busyet dah bahasanya yaaah...gilaaak udah kayak buku bahasa indonesia aja nih postingan. Udah ah ya ga usah pake bahasa Indonesia yang baku-baku amat, yang penting yang baca pada ngerti aja dah hahaha *keliatan banget bukan penulis profesiona* HAHAHA
Jadi, tadi pas si azphy temen aku yg kerjanya di pelosok sungai Mahakam ngomongin soal bahasa Samarinda di timeline. Berhubung aku emang sarjana pendidikan bahasa *cieeeh* jadi ngerasa bertanggung jawab untuk menjelaskan kepada orang awam seperti azphy tentang fenomena bahasa Samarinda *disambit asbak sama azphy*
Nah dari situ aku langsung browsing2 lagi tentang bahasa pidgin dan creole, *kenapa browsing bukan buka buku? katanya sarjana bahasa, masa ga punya buku sosiolinguistik?* *punyaaaa duooong,,tp jangan suruh aku buka buku2 itu sekarang lagi males bersin2* (baca: buku2nya ada di tumpukan buku yang berdebu). HAHAHA
Jadi ternyata, setelah menimbang, dilihat, diraba, dan ditrawang ternyata bahasa Samarinda itu sudah menjadi bahasa creole :O
Ya, bahasa Samarinda sudah menjadi sebuah creole karena memang bahasa ini tidak dipungkiri lagi telah memiliki penutur aslinya. Siapa penutur aslinya? Ya orang-orang Samarinda, ya kita-kita iniii loooh anak-anak gahol Samarinda ;;)
Kalau pidgin itu memang bahasa yang terbentuk dari interaksi masyarakat yang memiliki latar belakang bahasa yang sangat berbeda. Tapi, pidgin ini lama-kelamaan berkembang menjadi creole. Kenapa? Karena para penutur pidgin ini telah mewariskan bahasa pidgin ini kepada generasi-generasi selanjutnya. Nah kita adalah generasi-generasi muda di Samarinda ini...dan kita memperoleh bahasa Samarinda ini dari orang-orang tua sebelum kita. Maka bahasa Samarinda kini telah menjadi sebuah creole... :D
Benar atau salahnya pendapat aku ini, cuma para ahli-ahli sosiolinguistik dan Allah yang Maha tahu.. well this is in my humble opinion kan.. if u guys have more knowledges or information about what pidgin and creole are or about bahasa Samarinda, please feel free to write me about your ideas ;)
Showing posts with label bahasa Samarinda. Show all posts
Showing posts with label bahasa Samarinda. Show all posts
Monday, March 25, 2013
Wednesday, February 22, 2012
Bahasa Samarinda - Part 1
Samarinda adalah kota yang memiliki masyarakat yang majemuk. Dengan kata lain, berbagai ragam jenis manusia yang mendiami kota Tepian ini. Berbagai suku bangsa turut meramaikan kota, di antaranya suku Kutai, Bugis, Banjar, Jawa, Buton, Batak, Toraja, dll. Sejatinya, Samarinda tidak memiliki suku asli, seperti Tenggarong dengan Kutainya, Makassar dengan Bugisnya, Jogja dengan Jawanya, ataupun Bandung dengan Sundanya. Uniknya di Samarinda ini, semua suku berbaur menjadi satu. Hal ini yang menyebabkan Samarinda tidak memiliki bahasa daerah. Akan tetapi, dengan pengaruh dari beberapa suku-suku tertua yang lebih dulu berdiam di Samarinda, seperti Kutai, Banjar, dan Bugis maka bahasa pergaulan pun terbentuk dengan sendirinya. Jika dalam ilmu sosiolinguistik, bahasa seperti itu disebut pidgin. Pidgin ini bisa terbentuk dari hasil komunikasi antara orang-orang yang memiliki bahasa yang berbeda. Bahasa pidgin ini tidak memiliki suku, ya sama seperti bahasa pergaulan yang terbentuk di Samarinda tercinta ini, kita sebut saja bahasa Samarinda. (Pidgin Language). Jika kita mendengar sepintas bahasa Samarinda ini, mirip dengan bahasa Banjar yang digunakan oleh suku Banjar di Kalimantan Selatan. Akan tetapi, terdapat banyak perbendaharaan kata yang tidak terdapat di bahasa Banjar yang ada di Kalimantan Selatan sendiri. Hal ini dikarenakan adanya pengaruh dari bahasa-bahasa lain yang juga ada di Samarinda ini, seperti Kutai atau Bugis. Maka dari itu, tak jarang ada orang dari luar Samarinda yang sering bertanya 'Bahasa apa yang dipakai di Samarinda?' maka kita akan menjawab, 'Tidak ada bahasa khusus yang dipakai di Samarinda, karena kami tak memiliki bahasa daerah'. Akan tetapi ketika orang tersebut datang ke Samarinda, maka ia akan terkaget-kaget karena tidak mengerti dengan bahasa yang digunakan oleh orang-orang Samarinda. Maka dari itu, kali ini saya akan mencoba membuat daftar perbendaharaan kata yang sering digunakan dalam bahasa Samarinda ini ;)
Kosakata:
Aku = Aku, Saya
Unda = Saya
Ulun = Saya
Ikam = Kamu
Awak = Kamu
Kepuhunan = Celaka karena menolak makanan atau kepikiran suatu makanan
Nyantap = Mencicipi
Keresek = Kantong plastik
Keleker = Gundu / Kelereng
Taksi = Angkot
Kada = Tidak
Wal = Dari kata kawal, kata sapaan untuk teman sebaya
Uyuh = Lelah, payah
Demun = Aneh
Epot = Sejenis Miras
Ampih = Selesai
Isuk = Besok
Gaer = Takut
Wani = Berani
Gonggong = Bodoh
Bontok = Buruk, jelek, busuk
Inya = Dia
Bubuhan = Grup, kelompok, teman-teman
Gasak = Hajar
Suing = Hajar
Tempeleng = Tampar
Bukah = Lari, Kabur
Nyendok = Berpelukan saat naik sepeda motor
Amor = Anak motor
Pang = Bisa diartikan sama dengan 'sih','dong','lah', tergantung konteks
Gin = Bisa diartikan sama dengan 'lah' 'ya?' contoh: Isuk aja gin..[besok aja ya].
Nda = Tidak
Handak = Mau
Gawian = Kerjaan
Bungul = Bodoh
Dibunguli = Dibodohi
Olok = Ejek
Kesah = Cerita, Omong
Bekesah = Ngomong
Betakun = bertanya
Jar = ucap
Jarnya = Katanya
Wadah = Tempat, Rumah
Parak = Dekat
Bulik = Pulang
Sepit = Speedboat
Tambangan = Perahu untuk menyeberang sungai mahakam
banyu = air
Bujur = Benar
Acil = Tante
Bebinian = Perempuan
Lelakian = Laki-laki
Bini = Istri
Laki = Suami
Hodengan = Pacar
Beikat = Berikat
Likat = Lengket
Ganyau = Berminyak
Muntung = Mulut
Banyak muntung = cerewet
Lantih = Cerewet
Pandiran = Oceh, Ucapan
Banyak pandir = Banyak omong
Bote'= bohong
Pembote' = pembohong
Ote-ote = Bakwan
Tek-tek = Tahu Goreng/Ketoprak
Kayak = seperti
keitu = seperti itu
Betagar = berkarat
Betagar = cadel tidak bisa menyebutkan huruf R
Pembualan = Sombong
Mabuy = Mabuk
Lanji = genit, mesum
Kijil = genit
Julak = Om
Latat = Hitam (kulit)
Behitam = Iteman
Kompak = Toss
Rigat = Kotor
Rembes = Penampilan tidak rapi
Garing = Sakit
Muha = Muka
Muha ikam = Mukamu!
Elekton = Keyboard electone
Lalu = bisa diartikan sama dengan 'langsung' contoh: lalu ay merajuk [langsung deh ngambek]
umpat = ikut
ay = tidak memiliki arti khusus, hanya saja sering digunakan di penghujung kata atau kalimat. Contoh: Rigatnya ay [kotornya]
Iwak = Ikan
Betampai = Pamer
Pujungan = Prilaku yang dibuat-buat demi mendapatkan pujian
Ungah = Norak
Kesmat (kesah mati) = omong kosong
betul = banget, contoh= lantih betul [cerewet banget]
Dangani = Temenin
Temani = temenin
Guring = Tidur
Hanyar = Baru
Ganal = Besar
Munyak = Bosan, Muak
Muar = Sebel, Kesal, Muak
Untuk-untuk = roti pisang
Wade/wadai = kue
bombon = permen
Lawas = Lama
Gincu = Lipstik
Pupur = Bedak
Selawar / seloar = Celana
PM = Pasar malam
Kep rambut = Jepit rambut
Kokot = Peniti
Laju = Ngebut
Jawat = Pegang
Timbai = Buang, Lempar (dari tempat yang lebih tinggi ke yang lebih rendah)
Himpat = Lempar
Ngegas = PDKT
Lembet = Lambat, lelet
Kapok/kepok = Mampus, syukurin
Betimpas = Berkelahi dengan menggunakan senjata parang sejenis parang atau mandau
Bemamai = Mengomel
Koler = Malas
-na = dong, contoh: minta na? [minta dong]
ngeramput = ngaco, asal-asalan
ngarut = ngaco, asal-asalan
supan = malu
tediam = terdiam
habang = merah
hirang = hitam
Bangke = sialan
be+ (nama kendaraan)+an = menggunakan.... contoh: bemotoran [menggunakan motor]
be+(kata kerja)+an = sedang...bersama-sama contoh: bedudukan, benyanyian
sekke' = pelit
cekek = cekik
Kosakata:
Aku = Aku, Saya
Unda = Saya
Ulun = Saya
Ikam = Kamu
Awak = Kamu
Kepuhunan = Celaka karena menolak makanan atau kepikiran suatu makanan
Nyantap = Mencicipi
Keresek = Kantong plastik
Keleker = Gundu / Kelereng
Taksi = Angkot
Kada = Tidak
Wal = Dari kata kawal, kata sapaan untuk teman sebaya
Uyuh = Lelah, payah
Demun = Aneh
Epot = Sejenis Miras
Ampih = Selesai
Isuk = Besok
Gaer = Takut
Wani = Berani
Gonggong = Bodoh
Bontok = Buruk, jelek, busuk
Inya = Dia
Bubuhan = Grup, kelompok, teman-teman
Gasak = Hajar
Suing = Hajar
Tempeleng = Tampar
Bukah = Lari, Kabur
Nyendok = Berpelukan saat naik sepeda motor
Amor = Anak motor
Pang = Bisa diartikan sama dengan 'sih','dong','lah', tergantung konteks
Gin = Bisa diartikan sama dengan 'lah' 'ya?' contoh: Isuk aja gin..[besok aja ya].
Nda = Tidak
Handak = Mau
Gawian = Kerjaan
Bungul = Bodoh
Dibunguli = Dibodohi
Olok = Ejek
Kesah = Cerita, Omong
Bekesah = Ngomong
Betakun = bertanya
Jar = ucap
Jarnya = Katanya
Wadah = Tempat, Rumah
Parak = Dekat
Bulik = Pulang
Sepit = Speedboat
Tambangan = Perahu untuk menyeberang sungai mahakam
banyu = air
Bujur = Benar
Acil = Tante
Bebinian = Perempuan
Lelakian = Laki-laki
Bini = Istri
Laki = Suami
Hodengan = Pacar
Beikat = Berikat
Likat = Lengket
Ganyau = Berminyak
Muntung = Mulut
Banyak muntung = cerewet
Lantih = Cerewet
Pandiran = Oceh, Ucapan
Banyak pandir = Banyak omong
Bote'= bohong
Pembote' = pembohong
Ote-ote = Bakwan
Tek-tek = Tahu Goreng/Ketoprak
Kayak = seperti
keitu = seperti itu
Betagar = berkarat
Betagar = cadel tidak bisa menyebutkan huruf R
Pembualan = Sombong
Mabuy = Mabuk
Lanji = genit, mesum
Kijil = genit
Julak = Om
Latat = Hitam (kulit)
Behitam = Iteman
Kompak = Toss
Rigat = Kotor
Rembes = Penampilan tidak rapi
Garing = Sakit
Muha = Muka
Muha ikam = Mukamu!
Elekton = Keyboard electone
Lalu = bisa diartikan sama dengan 'langsung' contoh: lalu ay merajuk [langsung deh ngambek]
umpat = ikut
ay = tidak memiliki arti khusus, hanya saja sering digunakan di penghujung kata atau kalimat. Contoh: Rigatnya ay [kotornya]
Iwak = Ikan
Betampai = Pamer
Pujungan = Prilaku yang dibuat-buat demi mendapatkan pujian
Ungah = Norak
Kesmat (kesah mati) = omong kosong
betul = banget, contoh= lantih betul [cerewet banget]
Dangani = Temenin
Temani = temenin
Guring = Tidur
Hanyar = Baru
Ganal = Besar
Munyak = Bosan, Muak
Muar = Sebel, Kesal, Muak
Untuk-untuk = roti pisang
Wade/wadai = kue
bombon = permen
Lawas = Lama
Gincu = Lipstik
Pupur = Bedak
Selawar / seloar = Celana
PM = Pasar malam
Kep rambut = Jepit rambut
Kokot = Peniti
Laju = Ngebut
Jawat = Pegang
Timbai = Buang, Lempar (dari tempat yang lebih tinggi ke yang lebih rendah)
Himpat = Lempar
Ngegas = PDKT
Lembet = Lambat, lelet
Kapok/kepok = Mampus, syukurin
Betimpas = Berkelahi dengan menggunakan senjata parang sejenis parang atau mandau
Bemamai = Mengomel
Koler = Malas
-na = dong, contoh: minta na? [minta dong]
ngeramput = ngaco, asal-asalan
ngarut = ngaco, asal-asalan
supan = malu
tediam = terdiam
habang = merah
hirang = hitam
Bangke = sialan
be+ (nama kendaraan)+an = menggunakan.... contoh: bemotoran [menggunakan motor]
be+(kata kerja)+an = sedang...bersama-sama contoh: bedudukan, benyanyian
sekke' = pelit
cekek = cekik
jiper = takut
Daftar kosa kata nya sampai di sini dulu yah, hehe,,, uyuh nah,, mana habis mati lampu, likat rasanya awak, handak mandi dulu, ;)
Subscribe to:
Posts (Atom)
Showing posts with label bahasa Samarinda. Show all posts
Showing posts with label bahasa Samarinda. Show all posts
Monday, March 25, 2013
Bahasa Samarinda part 2
Uyy bagiannya, apa diolah ni? :p
Okay, kali ini saya ingin menyambung lagi cerita saya tentang Bahasa Samarinda yang pernah saya posting beberapa bulan yang lalu. Di postingan saya tersebut, saya mengatakan bahwa bahasa Samarinda merupakan bahasa pidgin karena bahasa pidgin itu terbentuk dari berkumpulnya masyarakat bahasa (speech community) yang berasal dari beragam suku bangsa yang memiliki bahasa yang berbeda lalu mereka berinteraksi dan bahasa pidgin muncul sebagai hasil interaksi mereka. Tapi kemudian hari ini, saya tertarik lagi untuk kembali memahami apa sih arti pidgin dan creole. Lalu kebimbangan muncul di pikiran saya.Yaaa ampun busyet dah bahasanya yaaah...gilaaak udah kayak buku bahasa indonesia aja nih postingan. Udah ah ya ga usah pake bahasa Indonesia yang baku-baku amat, yang penting yang baca pada ngerti aja dah hahaha *keliatan banget bukan penulis profesiona* HAHAHA
Jadi, tadi pas si azphy temen aku yg kerjanya di pelosok sungai Mahakam ngomongin soal bahasa Samarinda di timeline. Berhubung aku emang sarjana pendidikan bahasa *cieeeh* jadi ngerasa bertanggung jawab untuk menjelaskan kepada orang awam seperti azphy tentang fenomena bahasa Samarinda *disambit asbak sama azphy*
Nah dari situ aku langsung browsing2 lagi tentang bahasa pidgin dan creole, *kenapa browsing bukan buka buku? katanya sarjana bahasa, masa ga punya buku sosiolinguistik?* *punyaaaa duooong,,tp jangan suruh aku buka buku2 itu sekarang lagi males bersin2* (baca: buku2nya ada di tumpukan buku yang berdebu). HAHAHA
Jadi ternyata, setelah menimbang, dilihat, diraba, dan ditrawang ternyata bahasa Samarinda itu sudah menjadi bahasa creole :O
Ya, bahasa Samarinda sudah menjadi sebuah creole karena memang bahasa ini tidak dipungkiri lagi telah memiliki penutur aslinya. Siapa penutur aslinya? Ya orang-orang Samarinda, ya kita-kita iniii loooh anak-anak gahol Samarinda ;;)
Kalau pidgin itu memang bahasa yang terbentuk dari interaksi masyarakat yang memiliki latar belakang bahasa yang sangat berbeda. Tapi, pidgin ini lama-kelamaan berkembang menjadi creole. Kenapa? Karena para penutur pidgin ini telah mewariskan bahasa pidgin ini kepada generasi-generasi selanjutnya. Nah kita adalah generasi-generasi muda di Samarinda ini...dan kita memperoleh bahasa Samarinda ini dari orang-orang tua sebelum kita. Maka bahasa Samarinda kini telah menjadi sebuah creole... :D
Benar atau salahnya pendapat aku ini, cuma para ahli-ahli sosiolinguistik dan Allah yang Maha tahu.. well this is in my humble opinion kan.. if u guys have more knowledges or information about what pidgin and creole are or about bahasa Samarinda, please feel free to write me about your ideas ;)
Okay, kali ini saya ingin menyambung lagi cerita saya tentang Bahasa Samarinda yang pernah saya posting beberapa bulan yang lalu. Di postingan saya tersebut, saya mengatakan bahwa bahasa Samarinda merupakan bahasa pidgin karena bahasa pidgin itu terbentuk dari berkumpulnya masyarakat bahasa (speech community) yang berasal dari beragam suku bangsa yang memiliki bahasa yang berbeda lalu mereka berinteraksi dan bahasa pidgin muncul sebagai hasil interaksi mereka. Tapi kemudian hari ini, saya tertarik lagi untuk kembali memahami apa sih arti pidgin dan creole. Lalu kebimbangan muncul di pikiran saya.Yaaa ampun busyet dah bahasanya yaaah...gilaaak udah kayak buku bahasa indonesia aja nih postingan. Udah ah ya ga usah pake bahasa Indonesia yang baku-baku amat, yang penting yang baca pada ngerti aja dah hahaha *keliatan banget bukan penulis profesiona* HAHAHA
Jadi, tadi pas si azphy temen aku yg kerjanya di pelosok sungai Mahakam ngomongin soal bahasa Samarinda di timeline. Berhubung aku emang sarjana pendidikan bahasa *cieeeh* jadi ngerasa bertanggung jawab untuk menjelaskan kepada orang awam seperti azphy tentang fenomena bahasa Samarinda *disambit asbak sama azphy*
Nah dari situ aku langsung browsing2 lagi tentang bahasa pidgin dan creole, *kenapa browsing bukan buka buku? katanya sarjana bahasa, masa ga punya buku sosiolinguistik?* *punyaaaa duooong,,tp jangan suruh aku buka buku2 itu sekarang lagi males bersin2* (baca: buku2nya ada di tumpukan buku yang berdebu). HAHAHA
Jadi ternyata, setelah menimbang, dilihat, diraba, dan ditrawang ternyata bahasa Samarinda itu sudah menjadi bahasa creole :O
Ya, bahasa Samarinda sudah menjadi sebuah creole karena memang bahasa ini tidak dipungkiri lagi telah memiliki penutur aslinya. Siapa penutur aslinya? Ya orang-orang Samarinda, ya kita-kita iniii loooh anak-anak gahol Samarinda ;;)
Kalau pidgin itu memang bahasa yang terbentuk dari interaksi masyarakat yang memiliki latar belakang bahasa yang sangat berbeda. Tapi, pidgin ini lama-kelamaan berkembang menjadi creole. Kenapa? Karena para penutur pidgin ini telah mewariskan bahasa pidgin ini kepada generasi-generasi selanjutnya. Nah kita adalah generasi-generasi muda di Samarinda ini...dan kita memperoleh bahasa Samarinda ini dari orang-orang tua sebelum kita. Maka bahasa Samarinda kini telah menjadi sebuah creole... :D
Benar atau salahnya pendapat aku ini, cuma para ahli-ahli sosiolinguistik dan Allah yang Maha tahu.. well this is in my humble opinion kan.. if u guys have more knowledges or information about what pidgin and creole are or about bahasa Samarinda, please feel free to write me about your ideas ;)
Categories
bahasa Samarinda,
creole language,
sosiolinguistik
Wednesday, February 22, 2012
Bahasa Samarinda - Part 1
Samarinda adalah kota yang memiliki masyarakat yang majemuk. Dengan kata lain, berbagai ragam jenis manusia yang mendiami kota Tepian ini. Berbagai suku bangsa turut meramaikan kota, di antaranya suku Kutai, Bugis, Banjar, Jawa, Buton, Batak, Toraja, dll. Sejatinya, Samarinda tidak memiliki suku asli, seperti Tenggarong dengan Kutainya, Makassar dengan Bugisnya, Jogja dengan Jawanya, ataupun Bandung dengan Sundanya. Uniknya di Samarinda ini, semua suku berbaur menjadi satu. Hal ini yang menyebabkan Samarinda tidak memiliki bahasa daerah. Akan tetapi, dengan pengaruh dari beberapa suku-suku tertua yang lebih dulu berdiam di Samarinda, seperti Kutai, Banjar, dan Bugis maka bahasa pergaulan pun terbentuk dengan sendirinya. Jika dalam ilmu sosiolinguistik, bahasa seperti itu disebut pidgin. Pidgin ini bisa terbentuk dari hasil komunikasi antara orang-orang yang memiliki bahasa yang berbeda. Bahasa pidgin ini tidak memiliki suku, ya sama seperti bahasa pergaulan yang terbentuk di Samarinda tercinta ini, kita sebut saja bahasa Samarinda. (Pidgin Language). Jika kita mendengar sepintas bahasa Samarinda ini, mirip dengan bahasa Banjar yang digunakan oleh suku Banjar di Kalimantan Selatan. Akan tetapi, terdapat banyak perbendaharaan kata yang tidak terdapat di bahasa Banjar yang ada di Kalimantan Selatan sendiri. Hal ini dikarenakan adanya pengaruh dari bahasa-bahasa lain yang juga ada di Samarinda ini, seperti Kutai atau Bugis. Maka dari itu, tak jarang ada orang dari luar Samarinda yang sering bertanya 'Bahasa apa yang dipakai di Samarinda?' maka kita akan menjawab, 'Tidak ada bahasa khusus yang dipakai di Samarinda, karena kami tak memiliki bahasa daerah'. Akan tetapi ketika orang tersebut datang ke Samarinda, maka ia akan terkaget-kaget karena tidak mengerti dengan bahasa yang digunakan oleh orang-orang Samarinda. Maka dari itu, kali ini saya akan mencoba membuat daftar perbendaharaan kata yang sering digunakan dalam bahasa Samarinda ini ;)
Kosakata:
Aku = Aku, Saya
Unda = Saya
Ulun = Saya
Ikam = Kamu
Awak = Kamu
Kepuhunan = Celaka karena menolak makanan atau kepikiran suatu makanan
Nyantap = Mencicipi
Keresek = Kantong plastik
Keleker = Gundu / Kelereng
Taksi = Angkot
Kada = Tidak
Wal = Dari kata kawal, kata sapaan untuk teman sebaya
Uyuh = Lelah, payah
Demun = Aneh
Epot = Sejenis Miras
Ampih = Selesai
Isuk = Besok
Gaer = Takut
Wani = Berani
Gonggong = Bodoh
Bontok = Buruk, jelek, busuk
Inya = Dia
Bubuhan = Grup, kelompok, teman-teman
Gasak = Hajar
Suing = Hajar
Tempeleng = Tampar
Bukah = Lari, Kabur
Nyendok = Berpelukan saat naik sepeda motor
Amor = Anak motor
Pang = Bisa diartikan sama dengan 'sih','dong','lah', tergantung konteks
Gin = Bisa diartikan sama dengan 'lah' 'ya?' contoh: Isuk aja gin..[besok aja ya].
Nda = Tidak
Handak = Mau
Gawian = Kerjaan
Bungul = Bodoh
Dibunguli = Dibodohi
Olok = Ejek
Kesah = Cerita, Omong
Bekesah = Ngomong
Betakun = bertanya
Jar = ucap
Jarnya = Katanya
Wadah = Tempat, Rumah
Parak = Dekat
Bulik = Pulang
Sepit = Speedboat
Tambangan = Perahu untuk menyeberang sungai mahakam
banyu = air
Bujur = Benar
Acil = Tante
Bebinian = Perempuan
Lelakian = Laki-laki
Bini = Istri
Laki = Suami
Hodengan = Pacar
Beikat = Berikat
Likat = Lengket
Ganyau = Berminyak
Muntung = Mulut
Banyak muntung = cerewet
Lantih = Cerewet
Pandiran = Oceh, Ucapan
Banyak pandir = Banyak omong
Bote'= bohong
Pembote' = pembohong
Ote-ote = Bakwan
Tek-tek = Tahu Goreng/Ketoprak
Kayak = seperti
keitu = seperti itu
Betagar = berkarat
Betagar = cadel tidak bisa menyebutkan huruf R
Pembualan = Sombong
Mabuy = Mabuk
Lanji = genit, mesum
Kijil = genit
Julak = Om
Latat = Hitam (kulit)
Behitam = Iteman
Kompak = Toss
Rigat = Kotor
Rembes = Penampilan tidak rapi
Garing = Sakit
Muha = Muka
Muha ikam = Mukamu!
Elekton = Keyboard electone
Lalu = bisa diartikan sama dengan 'langsung' contoh: lalu ay merajuk [langsung deh ngambek]
umpat = ikut
ay = tidak memiliki arti khusus, hanya saja sering digunakan di penghujung kata atau kalimat. Contoh: Rigatnya ay [kotornya]
Iwak = Ikan
Betampai = Pamer
Pujungan = Prilaku yang dibuat-buat demi mendapatkan pujian
Ungah = Norak
Kesmat (kesah mati) = omong kosong
betul = banget, contoh= lantih betul [cerewet banget]
Dangani = Temenin
Temani = temenin
Guring = Tidur
Hanyar = Baru
Ganal = Besar
Munyak = Bosan, Muak
Muar = Sebel, Kesal, Muak
Untuk-untuk = roti pisang
Wade/wadai = kue
bombon = permen
Lawas = Lama
Gincu = Lipstik
Pupur = Bedak
Selawar / seloar = Celana
PM = Pasar malam
Kep rambut = Jepit rambut
Kokot = Peniti
Laju = Ngebut
Jawat = Pegang
Timbai = Buang, Lempar (dari tempat yang lebih tinggi ke yang lebih rendah)
Himpat = Lempar
Ngegas = PDKT
Lembet = Lambat, lelet
Kapok/kepok = Mampus, syukurin
Betimpas = Berkelahi dengan menggunakan senjata parang sejenis parang atau mandau
Bemamai = Mengomel
Koler = Malas
-na = dong, contoh: minta na? [minta dong]
ngeramput = ngaco, asal-asalan
ngarut = ngaco, asal-asalan
supan = malu
tediam = terdiam
habang = merah
hirang = hitam
Bangke = sialan
be+ (nama kendaraan)+an = menggunakan.... contoh: bemotoran [menggunakan motor]
be+(kata kerja)+an = sedang...bersama-sama contoh: bedudukan, benyanyian
sekke' = pelit
cekek = cekik
Kosakata:
Aku = Aku, Saya
Unda = Saya
Ulun = Saya
Ikam = Kamu
Awak = Kamu
Kepuhunan = Celaka karena menolak makanan atau kepikiran suatu makanan
Nyantap = Mencicipi
Keresek = Kantong plastik
Keleker = Gundu / Kelereng
Taksi = Angkot
Kada = Tidak
Wal = Dari kata kawal, kata sapaan untuk teman sebaya
Uyuh = Lelah, payah
Demun = Aneh
Epot = Sejenis Miras
Ampih = Selesai
Isuk = Besok
Gaer = Takut
Wani = Berani
Gonggong = Bodoh
Bontok = Buruk, jelek, busuk
Inya = Dia
Bubuhan = Grup, kelompok, teman-teman
Gasak = Hajar
Suing = Hajar
Tempeleng = Tampar
Bukah = Lari, Kabur
Nyendok = Berpelukan saat naik sepeda motor
Amor = Anak motor
Pang = Bisa diartikan sama dengan 'sih','dong','lah', tergantung konteks
Gin = Bisa diartikan sama dengan 'lah' 'ya?' contoh: Isuk aja gin..[besok aja ya].
Nda = Tidak
Handak = Mau
Gawian = Kerjaan
Bungul = Bodoh
Dibunguli = Dibodohi
Olok = Ejek
Kesah = Cerita, Omong
Bekesah = Ngomong
Betakun = bertanya
Jar = ucap
Jarnya = Katanya
Wadah = Tempat, Rumah
Parak = Dekat
Bulik = Pulang
Sepit = Speedboat
Tambangan = Perahu untuk menyeberang sungai mahakam
banyu = air
Bujur = Benar
Acil = Tante
Bebinian = Perempuan
Lelakian = Laki-laki
Bini = Istri
Laki = Suami
Hodengan = Pacar
Beikat = Berikat
Likat = Lengket
Ganyau = Berminyak
Muntung = Mulut
Banyak muntung = cerewet
Lantih = Cerewet
Pandiran = Oceh, Ucapan
Banyak pandir = Banyak omong
Bote'= bohong
Pembote' = pembohong
Ote-ote = Bakwan
Tek-tek = Tahu Goreng/Ketoprak
Kayak = seperti
keitu = seperti itu
Betagar = berkarat
Betagar = cadel tidak bisa menyebutkan huruf R
Pembualan = Sombong
Mabuy = Mabuk
Lanji = genit, mesum
Kijil = genit
Julak = Om
Latat = Hitam (kulit)
Behitam = Iteman
Kompak = Toss
Rigat = Kotor
Rembes = Penampilan tidak rapi
Garing = Sakit
Muha = Muka
Muha ikam = Mukamu!
Elekton = Keyboard electone
Lalu = bisa diartikan sama dengan 'langsung' contoh: lalu ay merajuk [langsung deh ngambek]
umpat = ikut
ay = tidak memiliki arti khusus, hanya saja sering digunakan di penghujung kata atau kalimat. Contoh: Rigatnya ay [kotornya]
Iwak = Ikan
Betampai = Pamer
Pujungan = Prilaku yang dibuat-buat demi mendapatkan pujian
Ungah = Norak
Kesmat (kesah mati) = omong kosong
betul = banget, contoh= lantih betul [cerewet banget]
Dangani = Temenin
Temani = temenin
Guring = Tidur
Hanyar = Baru
Ganal = Besar
Munyak = Bosan, Muak
Muar = Sebel, Kesal, Muak
Untuk-untuk = roti pisang
Wade/wadai = kue
bombon = permen
Lawas = Lama
Gincu = Lipstik
Pupur = Bedak
Selawar / seloar = Celana
PM = Pasar malam
Kep rambut = Jepit rambut
Kokot = Peniti
Laju = Ngebut
Jawat = Pegang
Timbai = Buang, Lempar (dari tempat yang lebih tinggi ke yang lebih rendah)
Himpat = Lempar
Ngegas = PDKT
Lembet = Lambat, lelet
Kapok/kepok = Mampus, syukurin
Betimpas = Berkelahi dengan menggunakan senjata parang sejenis parang atau mandau
Bemamai = Mengomel
Koler = Malas
-na = dong, contoh: minta na? [minta dong]
ngeramput = ngaco, asal-asalan
ngarut = ngaco, asal-asalan
supan = malu
tediam = terdiam
habang = merah
hirang = hitam
Bangke = sialan
be+ (nama kendaraan)+an = menggunakan.... contoh: bemotoran [menggunakan motor]
be+(kata kerja)+an = sedang...bersama-sama contoh: bedudukan, benyanyian
sekke' = pelit
cekek = cekik
jiper = takut
Daftar kosa kata nya sampai di sini dulu yah, hehe,,, uyuh nah,, mana habis mati lampu, likat rasanya awak, handak mandi dulu, ;)
Categories
bahasa Samarinda,
pidgin,
sosiolinguistik
Subscribe to:
Posts (Atom)